Sabtu, 23 Mei 2015

Bahan Artikel



PENGARUH PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERBANKAN YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA



Dini Attar (Magister Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)
Islahuddin, M. Shabri, (Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)


Bank merupakan suatu lembaga yang berfungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Sebagai lembaga intermediasi, bank berperan penting dalam menghimpun dana dan menyalurkannya ke sektor riil dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi (Agent of Development). Perbankan juga berperan sebagai lembaga penyelenggara dan penyedia layanan jasa-jasa di bidang keuangan serta lalu lintas sistem pembayaran (Agent of Services). Dengan peranannya tersebut, bank menjadi suatu lembaga yang turut mempengaruhi perkembangan perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, perbankan harus mampu mempertahankan kinerjanya agar dapat menjadi suatu industri yang sehat.

Purwanto (2011:3) menyebutkan ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank yaitu: melemahnya nilai tukar rupiah, lemahnya kondisi internal bank seperti manajemen yang kurang memadai dan pemberian kredit kepada kelompok atau group usaha sendiri telah mendorong tingginya risiko kredit macet, tingkat kompleksitas usaha yang tinggi akan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh bank dan modal yang tidak dapat menutupi terhadap risiko-risiko yang dihadapi oleh bank tersebut menyebabkan kinerja bank menurun.
Menurut Darmawi (2011:16-18), ada beberapa risiko yang sering dihadapi bank antara lain: risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko operasional.

Oleh karena itu, setiap bank wajib memiliki manajemen risiko yang mampu mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko, sehingga segala macam risiko yang berpotensi untuk muncul dapat diantisipasi dari sejak awal dan dicarikan cara penanggulangannya.

Bahan Artikel



ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KEAMANAN
DI PT.PUPUK SRIWIDJAJA DENGAN
FRAMEWORK COBIT 4.1


Ivan Harris(ivan.harris96@yahoo.com) Muara Laut Adong Tarigan (adongtarigan@yahoo.com), Suwirno Mawlan (Suwirno@stmik-mdp.net) Jurusan Sistem Informasi, STMIK GI MDP


Semakin berkembangnya kemajuan pada dunia Informasi dan teknologi berdampak kepada semua aspek di kehidupan manusia. Mulai dari pendidikan, bisnis, pemerintahan dan lainnya. Penerapan komputerisasi Pada awal tahun 90 an masih menjadi hal yang jarang dikembangkan pada banyak sektor dikarenakan
mahalnya biaya operasional dan rendahnya manfaat. Namun pada era milenium baru penerapan sistem komputerisasi mulai diterapkan pada banyak bidang dan berkembang dengan pesat. Berbagai sistem di kembangkan dengan menggunakan media komputer dan pendukungnya dan hal ini membuat sebagian besar sektor mulai mengembangkan sistem informasi pada proses bisnis yang dilaksanakan.

Salah satu aspek yang menjadi bagian penting dalam sistem informasi dan pengembangannya adalah aspek keamanan dan manajemen risiko. Dalam perkembangan sistem informasi saat ini, beberapa hal penting yang menjadi faktor penentu agar sistem yang berjalan dapat befungsi dengan baik dan benar. Selain efek positif yang muncul akibat berkembangnya sistem informasi maka permasalahan keamanan dan pengelolaan sumber daya TI juga terjadi.

Sebuah institusi atau lembaga yang menggantungkan sebagian besar proses bisnisnya pada sistem informasi akan mengalami kendala yang serius ketika sistem yang diterapkan tidak berjalan dengan semestinya.

Pada penelitian kali ini penulis melakukan sebuah kajian dan studi ilmiah tentang analisis manajemen risiko pada implementasi sistem informasi keamanan di sebuah perusahaan BUMN di Provinsi Sumatera Selatan yang bergerak pada bidang industri pupuk yaitu PT Pupuk Sriwidjaja (PT PUSRI). Metode penelitian yang digunakan adalah sebuah metode dari Information System Auditor and Control Association (ISACA) yaitu COBIT  FRAMEWORK 4.1.

Bahan Artikel



MANAJEMEN RISIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI


Mastura Labombang, (Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Palu)



Proyek konstruksi merupakan suatu bidang yang dinamis dan mengandung risiko. Risiko dapat memberikan pengaruh terhadap produktivitas, kinerja, kualitas dan dan batasan biaya dari proyek Risiko merupakan akibat yang mungkin terjadi secara tak terduga.Suatu kegiatan yang telah direncanakan sebaik mungkin, tetap mengandung ketidakpastian atau tidak berjalan sesuai rencana. Risiko pada proyek konstruksi bagaimanapun tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikurangi atau ditransfer dari satu pihak kepihak lainnya (Kangari, Jurnal SMARTek, Vol. 9 No. 1. Pebruari 2011: 39 - 46 401995).
Risiko yang terjadi dapat berdampak pada terganggunya kinerja proyek secara keseluruhan sehingga dapat menimbulkan kerugian terhadap biaya, waktu dan kualitas pekerjaan. Para pelaku dalam industri konstruksi sekarang ini makin menyadari akan pentingnya memperhatikan permasalahan risiko pada proyek proyek yang ditangani, karena kesalahan dalam memperkirakan dan menanganirisiko akan menimbulkan dampak negatif, baik langsung maupun tidak langsungpada proyek konstruksi. Risiko dapat menyebabkan pertambahan biaya

Bahan Artikel



DEFINISI DAN MANFAAT MANAJEMEN RISIKO


Manajemen resiko adalah sebuah cara yang sistematis dalam memandang sebuah resiko dan menentukan dengan tepat penanganan resiko tersebut. Ini merupakan sebuah sarana untuk mengidentifikasi sumber dari resiko dan ketidakpastian, dan memperkirakan dampak yang ditimbulkan dan mengembangkan respon yang harus dilakukan untuk menanggapi resiko (Uher,1996). Pendekatan sistematis mengenai manajemen risiko dibagi menjadi 3 stage utama, yaitu (Soeharto, 1999):
1. Identifikasi resiko
2. Analisa dan evaluasi resiko
3. Respon atau reaksi untuk menanggulangi resiko tersebut
Manfaat manajemen risiko dalam perusahaan sangat jelas, maka secara implisit sudah terkandung didalamnya satu atau lebih sasaran yang akan dicapai manajemen risiko antara lain sebagai berikut ini (Darmawi, 2005, p. 13).
a. Survival
b. Kedamaian pikiran
c. Memperkecil biaya
d. Menstabilkan pendapatan perusahaan
e. Memperkecil atau meniadakan gangguan operasi perusahaan
f. Melanjutkan pertumbuhan perusahaan
g. Merumuskan tanggung jawab social perusahaan terhadap karyawan dan masyarakat.

Bahan Artikel



MANAJEMEN RISIKO YANG DIHADAPI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK

Muhammad Fitra Kurniawan
Program S1 Manajemen Keuangan Syariah, Universitas Islam Negri Sunan Gunung Djati


Telekomunikasi Indonesia, Tbk atau Telkom merupakan perusahann Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang informasi dan komunikasi (InfoCom).Sebagai suatu perseroan terbuka yang menyediakam jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. Pemilik saham terbesar Telkom adalah pemerintah.
Keberadaan Telkom sebagai suatu entitas bisnis dipengaruhi oleh berbagai factor risiko yang dapat berdampak negatif terhadap bisnis, kondisi keuangan, kegiatan operasional maupun prospek usaha.
Suatu analisis diperlukan untuk mengidentifikasi dan menilai besarnya dampak dan kemungkinan dari risiko-risiko yang terjadi di Telkom. Berdasarkan hasil analisa risiko Telkom yang teridentifkasi dari penelitian itu, terdiri atas beberapa risiko. Dan yang paling tinggi dampak kemungkinan terjadinya suatu risiko yaitu risiko yang terkait dengan Indonesia maupun risiko-risiko yang terkait dengan bisnis telkom itu sendiri. Solusi yang diberikan sebagai alternatif tindakan yang dapat dilakukan oleh Telkom untuk menangani risiko-risiko tersebut adalah dengan mengurangi risiko.