Model
Identifikasi Risiko dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah
pada Rantai Pasok
Kelapa Sawit
Rantai pasokan dalam industri minyak sawit terdiri dari petani, pedagang, pabrik minyak sawit mentah (CPO), pabrik pengolahan minyak (kilang), distributor dan konsumen. Kegiatan didalamnya dimulai dari para petani yang menjual tandan buah segar (TBS) ke para pedagag untuk kemudian dijual ke pabrik CPO. Di pabrik TBS diubah menjadi CPO yang kemudian dijual ke kilang. Kilang mengkonversi CPO menjadi minyak goreng untuk dijual ke konsumen.
Tujuan
dilakukannya penelitian adalah untuk mengembangkan model yang ditujukan
untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan peringkat risiko, serta untuk
mengidentifikasi dan peringkat strategi dalam meningkatkan nilai tambah mereka.
Penelitian
dilakukan dengan cara mencari data yang diperoleh melalui wawancara
langsung dan kuesioner. Responden dipilih
dari para ahli dan pelaku industri kelapa sawit. Pengolahan data dengan
menggunakan model Fuzzy
Analytic Hierarchy Process (FAHP).
Dari hasil
pengolahan data dengan Model FAHP pertama menunjukkan bahwa dua risiko yang
paling penting adalah rantai kesinambungan pasokan dan kualitas produk. Model
FAHP kedua menunjukkan bahwa strategi yang direkomendasikan untuk meningkatkan
nilai tambah bagi
para pelaku industri kelapa sawit adalah
dengan cara peningkatan pembangunan infrastruktur/kalster, diikuti
dengan penggunaan bibit unggul dan teknik budidaya.
Suatu analisis diperlukan untuk
mengidentifikasi dan menilai besarnya dampak dan kemungkinan dari risiko-risiko
yang terjadi pada rantai pasok kelapa sawit. Berdasarkan hasil analisa risiko
pada rantai pasok kelapa sawit yang teridentifkasi dari penelitian itu, terdiri
atas beberapa risiko. Hasil
dari pengumpulan dan pengolahan data, dapat ketahui tingkat risiko terpenting
untuk tiap pelaku maupun untuk seluruh pelaku rantai pasok secara bersama
berdasarkan daftar risiko yang teridentifikasi. Dengan demikian maka rantai
pasok sebagai kesatuan dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi atau
menekan dampak buruk risiko-risiko secara bersama. Unsur-unsur ketidakpastian
para pelaku atau aktor rantai pasok yang beragam dapat dipadukan secara
harmonis. Para pakar ternyata secara konvergen memilih untuk mengatasi risiko
pasokan yang tidak stabil serta memastikan untuk mendapatkan bahan berkualitas
dan menghasilkan produk berkualitas.
Hasil dari penelitian tersebut yang paling tinggi dampak
kemungkinan terjadinya suatu risiko yaitu risiko yang terkait dengan rantai
pasok ini adalah risiko-risiko yang terkait dengan kesinambungan pasokan dan kualitas produk. Solusi yang diberikan sebagai
alternatif tindakan yang dapat dilakukan oleh para pelaku industri kelapa
sawit untuk menangani risiko-risiko
tersebut adalah dengan pemilihan alternatif strategi peningkatan
nilai tambah rantai pasok. Pemilihan alternative ini ternyata konvergen kepada
mutlak perlunya pengembangan klaster dan infra-struktur, hal mana mendukung
terjadinya pasokan bahan dan aliran produk yang lancar. Pemilihan strategi
kepada penggunaan bahan berkualitas dan menggunakan teknik budidaya dan
produksi yang unggul akan mendukung terdapatnya bahan dan produk unggulan. Hal
ini sejalan dengan hasil yang didapatkan pada bagian pertama yaitu perlunya mengatasi
risiko kualitas.
Untuk
penelitian lebih lanjut dapat dilakukan identifikasi terperinci perihal
langkah-langkah pencegahan dan mitigasi risiko. Selain itu perlu dilakukan
perincian strategi peningkatan nilai tambah, yaitu dengan pengembangan klaster/infrastruktur
serta peningkatan kualitas bibit dan budidaya yang unggul.
Sumber:
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/ind/article/view/18535